Di tengah gemerlap US Open 2026, gaya Tamaki Osaka kembali menjadi perbincangan di luar lapangan. Sang ibu petenis Naomi Osaka tak hanya hadir sebagai pendukung setia, tetapi juga menampilkan pilihan busana yang tegas dan mudah dikenali di area penonton Arthur Ashe Stadium, New York.
Sorotan terhadap penampilannya menguat karena ia konsisten membawa karakter personal ke setiap momen pendampingan putrinya. Dari setelan formal di pertandingan babak kedua hingga gaun mencolok saat sesi latihan, Tamaki memperlihatkan bahwa tribun pemain pun bisa menjadi panggung gaya.
Setelan Abu-abu di Babak Kedua Arthur Ashe
Pada Kamis, 3 September 2026, Tamaki Osaka menyaksikan laga Naomi melawan Katerina Siniakova di babak kedua. Ia memilih setelan jas bernuansa abu-abu, kemeja putih, dan dasi silver yang memberi kesan rapi sekaligus berani di tengah keramaian stadion.
Cuaca panas dan lembap di Flushing Meadows kemudian membuatnya menyesuaikan penampilan. Jaket dilepas dan dasi dilonggarkan sehingga look-nya terasa lebih santai saat duduk di player’s box, tanpa menghilangkan kesan formal yang sudah dibangun sejak awal.
Di lapangan, Naomi berhasil unggul dengan skor 6-2, 5-7, 6-1 dan melaju ke babak ketiga. Momen kemenangan itu beriringan dengan perhatian media pada gaya ibunya yang dianggap tak kalah kuat dari sorotan di lapangan.
Gaun Merah dan Aksen Sporty di Sesi Latihan Queens
Sebelum pertandingan resmi tersebut, Tamaki sudah menarik perhatian saat menghadiri sesi latihan Naomi di Queens. Ia tampil dengan gaun merah yang kontras, dilengkapi sarung tangan hitam panjang hingga siku serta kacamata hitam oversized.
Sentuhan sporty hadir lewat sneakers Nike Air Max Plus dengan detail glitter. Kombinasi elegan dan kasual itu menegaskan bahwa gaya Tamaki tidak terpaku pada satu formula; ia berani memadukan elemen formal, statement piece, dan sepatu olahraga dalam satu rangkaian penampilan.
Jejak Elegan di Wimbledon dan Pengaruh pada Naomi
Bukan hanya di Amerika, jejak fashion Tamaki juga tercatat di Wimbledon 2026. Saat Naomi bertanding di babak keempat, ibunya memilih gaun panjang, topi anyaman, dan sarung tangan putih yang memberi nuansa klasik ke tribun penonton.
Konsistensi ini sejalan dengan cara Naomi memandang pakaian sebagai ekspresi diri. Di awal US Open tahun ini, petenis tersebut sempat mencuri perhatian dengan gaun tulle custom dari Who Decides War yang dilengkapi hood serta potongan koran berisi momen penting kariernya, sebagai penghormatan pada legenda NBA Allen Iverson.
- Inspirasi basket dan kolaborasi visual dengan Nike menjadi titik tolak look Naomi di pembukaan turnamen.
- Ia menekankan bahwa busana adalah medium untuk menyampaikan cerita personal di luar skor pertandingan.
- Kehadiran Tamaki di tribun memperkuat narasi bahwa gaya keluarga Osaka saling mengisi antara lapangan dan area penonton.
Pelajaran Padu Padan dari Tribun ke Street Style
Bagi pembaca yang mengikuti tren OOTD dan street style, penampilan Tamaki memberi beberapa acuan praktis. Setelan monokrom abu-abu tetap terasa hidup bila dipadukan aksen dasi metalik. Gaun statement bisa digeser ke kesan urban dengan sneakers dan aksesoris oversized. Sementara look Wimbledon-nya menunjukkan bahwa topi dan sarung tangan masih relevan bila proporsi siluet dijaga.
Di Indonesia, pendekatan serupa mudah diadaptasi untuk acara formal siang, nonton bareng olahraga, atau OOTD akhir pekan: pilih satu item fokus—jas, gaun warna kuat, atau topi—lalu seimbangkan dengan material sederhana agar tidak terasa berlebihan di iklim tropis.
Pada akhirnya, sorotan terhadap Tamaki Osaka di US Open 2026 bukan soal menyaingi putrinya, melainkan menegaskan bahwa dukungan di tribun bisa hadir lewat bahasa visual yang kuat. Gaya beraninya menjadi pengingat bahwa fashion di ajang olahraga tetap relevan sebagai bagian dari cerita atlet dan keluarga di baliknya.
Sumber: Wolipop.
