STYLE
Indeks
Outfit

Dress Jaring Oranye dan Batu Mulia Sabalenka Picu Debat di US Open

Gaya Sabalenka US Open kembali menjadi topik hangat di kalangan penggemar tenis sekaligus pecinta mode. Petenis Belarusia itu tampil mencolok saat berlaga di New York, memadukan busana tanding berani dengan perhiasan mewah yang memantulkan cahaya di bawah lampu stadion.

Penampilannya bukan sekadar soal kenyamanan bermain. Banyak mata tertuju pada detail outfit yang dinilai melampaui standar busana lapangan biasa, sehingga memunculkan komentar beragam dari netizen hingga pengamat gaya.

Busana jaring Nike yang jadi pusat perhatian

Pada laga ganda campuran bersama Novak Djokovic, Aryna Sabalenka mengenakan gaun tenis berbahan jaring tipis dengan jahitan putih. Busana keluaran Nike itu dipadukan sport bra serta celana pendek oranye yang kontras tajam di lapangan.

Pilihan warna dan tekstur menerawang membuat penampilannya terasa lebih teatrikal dibanding seragam tenis klasik. Bagi sebagian penonton, kombinasi itu terasa segar; bagi yang lain, justru terlalu ramai untuk arena Grand Slam.

Perhiasan Silhouette Suite penuh batu permata

Pelengkap paling mencolok datang dari set perhiasan Material Good koleksi Silhouette Suite hasil kolaborasi dengan sang petenis. Sabalenka memakai kalung, gelang, dan anting gantung bertakhta lebih dari 127 karat batu mulia.

Warna batu yang digunakan beragam: safir, turmalin, garnet, zirkon, spinel, krisoberil, hingga tanzanite. Kilauan tersebut menambah kesan glamor setiap kali ia bergerak di baseline maupun net.

Jejak serupa sudah terlihat sebelumnya. Di French Open pada Mei, ia tampil dengan perhiasan garnet lebih dari 125 karat. Lalu di Wimbledon pada Juni, set batu zamrud menjadi pilihannya. US Open seolah menjadi puncak eksperimen aksesorisnya musim ini.

Kritik tajam di media sosial

Di platform daring, reaksi datang cepat. Ada yang menilai paduan stoking jaring di luar celana pendek dan sport bra terkesan berlebihan untuk pertandingan resmi. Sejumlah komentar bahkan menyamakan busananya dengan kostum badut atau gaya jalanan yang kurang selaras dengan nuansa turnamen.

Kritik lain menyasar perhiasan maksimalis. Menurut sebagian pengamat, batu warna-warni bertakhta emas tidak serasi dengan kostum tanding, sehingga keseluruhan look dinilai kacau dan mengalihkan fokus dari permainan.

  • Dress jaring tipis Nike dengan detail jahitan putih
  • Sport bra dan celana pendek oranye mencolok
  • Kalung, gelang, anting gantung lebih dari 127 karat
  • Inspirasi tema bola basket khas New York

Pembelaan Sabalenka soal tema bola basket

Menanggapi sorotan itu, Sabalenka menjelaskan bahwa desain busana terinspirasi olahraga basket sebagai penghormatan Nike terhadap karakter New York. Ia mengingatkan pola tema Grand Slam Nike: selancar untuk Australian Open, balet untuk Roland Garros, kriket untuk Wimbledon, dan kini basket untuk US Open.

Menurutnya, perpaduan tersebut terasa pas dengan lokasi turnamen. Ia juga menegaskan menyukai hampir seluruh detail outfit karena tampil beda dan berani. Komentar negatif di internet justru dianggapnya lucu, bukan alasan untuk mengubah gaya.

Sikap itu mempertegas citra Sabalenka sebagai atlet yang tidak takut bereksperimen di luar garis baseline. Bagi pembaca OOTD Studio, kasus ini menjadi contoh menarik bagaimana batas antara performa olahraga dan ekspresi mode terus digeser oleh bintang lapangan.

Apakah kilauan batu mulia dan dress jaring akan memengaruhi tren busana tenis ke depan masih terbuka. Yang jelas, penampilan di US Open 2026 sudah berhasil membuat percakapan gaya tetap hidup lama setelah bola terakhir dipukul.

Sumber: Wolipop.

Tag: Aryna Sabalenka, US Open 2026, gaya tenis, dress jaring, perhiasan mewah, Nike tennis, padu padan olahraga, tren busana lapangan