Paparan abu dari erupsi gunung berapi sering membuat banyak orang khawatir soal iritasi abu vulkanik di wajah dan tubuh. Partikelnya bukan debu rumah biasa: di dalamnya ada sisa batuan, mineral, hingga serpihan menyerupai kaca yang bersifat abrasif. Wilayah yang sempat terdampak, termasuk kawasan Jabodetabek, merasakan kulit lebih kering, gatal, hingga kemerahan bila abu menempel lama.
Dermatolog dr. Claudia Christin Darmawan, MBBS PhD, menekankan perawatan khusus setelah kontak dengan abu tersebut. Pendekatan utamanya sederhana: jangan memperparah gesekan, bersihkan tuntas dengan lembut, lalu perkuat pelindung alami kulit. Berikut ulasan langkah yang bisa diterapkan di rumah maupun saat harus beraktivitas di luar.
Bilas Dulu, Jangan Digosok atau Digaruk
Refleks mengusap atau menggaruk abu yang nempel justru berisiko melukai permukaan kulit. Karena teksturnya kasar, gesekan menambah rasa perih dan membuka jalan iritasi lebih dalam. Segera bilas wajah serta area tubuh yang terkena dengan air bersih mengalir hingga partikel ikut luruh.
Menunda pembersihan hanya memperpanjang kontak abrasif. Setelah bilas awal, baru lanjut ke tahap pembersih yang lebih terstruktur bila Anda memang lama berada di luar ruangan.
Double Cleansing dan Teknik Mengeringkan yang Benar
Jika paparan berlangsung cukup lama, double cleansing membantu mengangkat residu yang menempel di pori dan permukaan kulit. Mulai dengan cleansing oil atau cleansing balm untuk melarutkan kotoran, lalu susul dengan facial foam atau cleanser berformula lembut agar tidak mengikis lapisan pelindung.
Setelah bilas bersih, keringkan dengan handuk bersih. Hindari menyeka kasar. Cukup tepuk-tepuk pelan sampai lembap berlebih terserap. Cara ini menjaga kulit tidak terasa tertarik sekaligus mengurangi gesekan tambahan.
Prioritaskan Pelembap untuk Skin Barrier
Saat kulit terasa sensitif, merah, atau perih, hentikan dulu produk berbahan acid dan eksfoliator. Fokus beralih ke hidrasi dan perbaikan barrier. Pilih pelembap yang mengandung ceramide, gliserin, panthenol, atau bahan menenangkan seperti centella dan colloidal oatmeal.
Kandungan tersebut membantu mengunci kelembapan serta menenangkan rasa gatal. Konsistensi pemakaian lebih penting daripada mengganti banyak produk dalam waktu singkat. Kulit yang baru terpapar abu membutuhkan stabilitas, bukan stimulasi berlebih.
Kontrol Ruangan dan Proteksi saat Keluar Rumah
Di dalam rumah, tutup pintu serta jendela untuk membatasi masuknya abu. Air purifier bisa membantu selama filter masih prima; ganti filter bila sudah tampak kotor tebal agar sirkulasi udara tetap efektif.
Jika terpaksa keluar, lengkapi perlindungan fisik: pakaian lengan panjang, masker, dan payung. Oleskan pelembap dengan tekstur lebih kaya sebelum berangkat, lalu tutup dengan sunscreen. Lapisan pelembap yang agak tebal memberi bantalan ekstra terhadap partikel di udara.
- Bilas air mengalir tanpa digosok
- Double cleansing bila paparan lama
- Keringkan dengan ditepuk
- Pelembap barrier, hindari acid sementara
- Tutup ventilasi dan cek filter purifier
- Lengan panjang, masker, payung, pelembap tebal, plus sunscreen
Menjaga ritme perawatan harian tetap tenang biasanya lebih ampuh daripada eksperimen produk baru di tengah kondisi udara berdebu. Amati respons kulit: bila kemerahan atau gatal menetap, konsultasi ke dokter kulit tetap menjadi pilihan paling aman. Dengan langkah di atas, risiko iritasi bisa ditekan tanpa membuat rutinitas kecantikan terasa ribet.
Sumber: Wolipop.
